ne keluarga kedua ku stlh rumah,.,.,*maaf y 62 n 65, poto klian ad d hardiskq yg smpet rusak, tp hbz gne ak punya lg kok,,hehe
mereka adalah kakak, adik n sahabatku,.,..dikala ak btuh seorang sahabat untuk berbagi Resimen Mahasiswa slalu ad buat ak,,saat ak butuh kasih syg mreka adlah kakak terhebat yg mampu mmberi banyak penglaman n kasih syg,,.n saat ak sedih, merekalah yg menghibur layaknya adek kcil yg sdang melakukan hal konyol n bodoh, yg buat ksedihanku hilang jauh n brubah mnjadi tawa,
ak sayang semuanya,,dr lubuk hati terdalam :)
loyalitas, tanggung jawab n penghargaan -> just for you Satria Widya Resimen Mahasiswa Stikes Hang Tuah Surabaya.....22-11-2009
Minggu, 08 Juli 2012
Senin, 25 Juni 2012
nahh...ini dy ata n bela,.yg gokil abiz....hehe,.,tante syg klian yg bnyak :-*
bela skr udh umur 7th lho...dah mw masuk SD skr,.,pinter bgt ngomentarin orang ne anak, blak-blakan pula..tp lucu bgt. klo ak dirumah ada aj yg dy prbuat ampe ak ktawa tpingkal"...ne bela giginya item yyg bagian atas, ak blg klo gak dicabut gak bs jd model..*sengaja ak ajarin jd cewek yg berani tampil. jd klo dy diem lidahny keliatan,,lucu..wkwkwkwk.
ata, usiany 4th. dy pgen msuk sekolah SD juga katanya, gila...guru SDny bingung ngajarinnya :) klo ata dr kecil berani tampil. selalu pgen naik panggung, semoga aj suatu saat bs naik panggung d dpn mata dunia membanggakan ayah n ibu y ta..aminnn....ata jug punya gigi item dibagian atas...hmmm, mohon dimaklumi ibunya punya toko yg jualan berbagai macam mknan manis,.,.n sibuk bgt berdagang, ampe" dua buah hatinya gak smpet diajarin sikat gigi malam sbelum tidur..n sang ayah juga gt, sibuk cari duit alias kerja demi berlangsungnya pendidikan kedua anak ini...alhasil, ayah n ebokQ deh yg ngasuh...
semoga bela sama ata bs jadi anak yg berbakti n bs membanggakan kedua orang tua y,,tante selalu mndukung demi prestasi klian...(^,^)
Kamis, 05 April 2012
KULIAH MANAJEMENT
by. Pak Setiadi,
menjadi seorang pemimpin itu tidak mudah, harus berani menanggung resiko yang besar, berwawasan luas dg ilmu pengetahuan, dan bs membawa perubahan positif dengan apa yg dipimpinnya. perubahan bisa terlaksana mulai dari diri kita sendiri,,perubahan kecil, kecil, kecil, dan akhirnya menjadi perubahan besar. satu hal yang saya tangkap dari kuliah ini, "KALAU BUKAN DARI KITA SENDIRI YANG MULAI MENGUBAH LINGKUNGAN SEKITAR, SIAPA LAGI" tp juga harus berlandaskan ilmu pengetahuan yang kuat.
organisasi yg kuat tergantung dr Pemimpinnya. jd kepada REKAN SEJAWAT "PERAWAT SELURUH INDONESIA" ayo dukung semua kegiatan yang bs mndukung terbentuknya UU Perawat. demo juga gak papa asal gak anarkis ky mahasiswa lain yg gak berpendidikan...oke...
SEMANGAT, PERAWAT HARUS BERJAYA.........:)
by. Pak Setiadi,
menjadi seorang pemimpin itu tidak mudah, harus berani menanggung resiko yang besar, berwawasan luas dg ilmu pengetahuan, dan bs membawa perubahan positif dengan apa yg dipimpinnya. perubahan bisa terlaksana mulai dari diri kita sendiri,,perubahan kecil, kecil, kecil, dan akhirnya menjadi perubahan besar. satu hal yang saya tangkap dari kuliah ini, "KALAU BUKAN DARI KITA SENDIRI YANG MULAI MENGUBAH LINGKUNGAN SEKITAR, SIAPA LAGI" tp juga harus berlandaskan ilmu pengetahuan yang kuat.
organisasi yg kuat tergantung dr Pemimpinnya. jd kepada REKAN SEJAWAT "PERAWAT SELURUH INDONESIA" ayo dukung semua kegiatan yang bs mndukung terbentuknya UU Perawat. demo juga gak papa asal gak anarkis ky mahasiswa lain yg gak berpendidikan...oke...
SEMANGAT, PERAWAT HARUS BERJAYA.........:)
Kamis, 15 Maret 2012
RESUME PSIKONEUROIMUNOLOGI (PNI)
* otak besar (terdapat bagian Prefontal) yang hanya dimiliki oleh manusia dan tidak ada pd hewan. Yang memiliki fungsi luhur, yaitu ada titik persepsi yang menuju ke hipotalamus akhirnya ke korteks adrenalin. Sehingga apa yg dipikirkan dapat dirasa.
* MIND brhubungan dengan BODY
- adanya interaksi antara perilaku fungsi endokrin dan fungsi imun
* sejarah PsikoNeuroImunologi
- ditemukan wanita melankolis rentan terhadap kanker dan infeksi
- emosi mengganggu fungsi pengecapan
- binatang yang emosi memiliki rentan suhu rendah
- kemudian Muncul lah PSIKONEUROIMUNOLOGI yang kemudian dikembangkan oleh penelitian dosen saya yang sangat kerenz abiez Bapak Taat Putra bersama rekan beliau.
*persepsi
- setiap individu akan memiliki persepsi yang berbeda dengan apa yang dilihatnya, sesuai dengan penampilan atau performance org lain yg dilihatnya.
*OTAK - MIND - SISTEM IMUN
* fungsi pendidikan
- pendidikan mengubah perilaku dan pola pikir
- dapat menimbulkan interaksi dan interpersonal yang sehat
- dokter, perawat, psikolog yang profesional berpotensi sebagai stresor, jadi harus mampu membangun komunikasi terapeutik
* PERAWAT - KLIEN - MENURUNKAN PENDERITAAN
*mengapa demikian?
- tenaga kesehatan berpotensi sebagai stresor
- penderita mengalami defisiensi sehingga labil
- jika dilakukan perilaku terapeutik akan menimbulkan ketenangan
*TENAGA KESEHATAN HARUS PAHAM PSIKONEUROIMUNOLOGI AGAR DAPAT MENJADI TEMAN PASIEN UNTUK BERBAGI. KRN ORANG YG MENGELUARKAN SEMUA PIKIRAN YANG MEMBEBANINYA AKAN MEMBUAT DIRINYA MRASA TENANG DA SEHAT.
* otak besar (terdapat bagian Prefontal) yang hanya dimiliki oleh manusia dan tidak ada pd hewan. Yang memiliki fungsi luhur, yaitu ada titik persepsi yang menuju ke hipotalamus akhirnya ke korteks adrenalin. Sehingga apa yg dipikirkan dapat dirasa.
* MIND brhubungan dengan BODY
- adanya interaksi antara perilaku fungsi endokrin dan fungsi imun
* sejarah PsikoNeuroImunologi
- ditemukan wanita melankolis rentan terhadap kanker dan infeksi
- emosi mengganggu fungsi pengecapan
- binatang yang emosi memiliki rentan suhu rendah
- kemudian Muncul lah PSIKONEUROIMUNOLOGI yang kemudian dikembangkan oleh penelitian dosen saya yang sangat kerenz abiez Bapak Taat Putra bersama rekan beliau.
*persepsi
- setiap individu akan memiliki persepsi yang berbeda dengan apa yang dilihatnya, sesuai dengan penampilan atau performance org lain yg dilihatnya.
*OTAK - MIND - SISTEM IMUN
* fungsi pendidikan
- pendidikan mengubah perilaku dan pola pikir
- dapat menimbulkan interaksi dan interpersonal yang sehat
- dokter, perawat, psikolog yang profesional berpotensi sebagai stresor, jadi harus mampu membangun komunikasi terapeutik
* PERAWAT - KLIEN - MENURUNKAN PENDERITAAN
*mengapa demikian?
- tenaga kesehatan berpotensi sebagai stresor
- penderita mengalami defisiensi sehingga labil
- jika dilakukan perilaku terapeutik akan menimbulkan ketenangan
*TENAGA KESEHATAN HARUS PAHAM PSIKONEUROIMUNOLOGI AGAR DAPAT MENJADI TEMAN PASIEN UNTUK BERBAGI. KRN ORANG YG MENGELUARKAN SEMUA PIKIRAN YANG MEMBEBANINYA AKAN MEMBUAT DIRINYA MRASA TENANG DA SEHAT.
Sabtu, 21 Januari 2012
kluarga besar tercinta,.,nia brusaha bwt klian bahagia :') cinta klian banyak,,mmuach
mbk eni(pjok kiri pmbaca) : married by M.Adzlan dg 3 anak, d'name is Ita (gadis kcil dtengah), Dani (digendong emakx tuh), n Denis (dipoto msih kagak ad) smwx lahir d malaysia
mbk ari (pjok kanan pmbaca) : married with M.muhji (sebelahx) dg 2 anak, Bela (lg dgendong) n ata (lg proses rencana membuat :p )
mas tono : *bkn pcarx si Tini, d poto blm maried tp skr udh married w' mbk Holida dg 1 anak yaitu icha
n 1 lg mbk gw yg pling ngertiin ak dmnpun ak brada :), mbk wi' (paggilan syg, asline mbk dewi) : dipoto ad disamping ayahQ, skr msih jomblo,..ayo ayo yg mw...djamin 100% halal ^^v
yg blm dsebut cm ak, bs dilia ndiri dipoto itu yg plig cantik y ak (mskipun pd hakikatx mbk wi plig cantik dirumah :)) haha.....ak ud pux pcar, ups klo Allah mridoi hub kmi, dy calon suami :) hihihi
ini ayahku tercinta,,pling d'best dah...lg gendong ponakan ke 3 ne,.,sneng bgt ky'x kek ^^v
dan ini,,adalah ebokq tercinta.,.momMy slalu ngomel bwt ak jd cew solehah :) lg liatin apaan neek :-*
Jumat, 20 Januari 2012
Elektrokardiografi (EKG)
Definisi
EKG : Elektrokardiografi adalah ilmu yang mempelajari aktivitas listrik
jantung. Elektokardiogram adalah suatu grafik yang menggambarkan
rekaman listrik jantung
Cara Menggunakan EKG untuk merekam listrik jantung :
Persiapan
A. Alat
- Mesin EKG, yang dilengkapi :
- kabel untuk sumber listrik
- kabel untuk bumi (ground)
- Kabel elektroda ekstremitas dan dada
- Plat elektroda ekstremitas beserta karet pengikat
- Balon penghisap elektroda dada
- Jelly
- Kertas tissue
- Kapas Alkohol
- Kertas EKG
- Spidol
B. Pasien
Penjelasan (informed consent)
- Tujuan pemeriksaan
- Hal-hal yang perlu diperhatikan saat perekaman
Dinding dada harus terbuka dan tidak ada perhiasan logam yang melekat.
Pasien diminta tenang atau tidak bergerak saat perekaman EKG
Cara memasang EKG
1. Pasang semua komponen/kabel-kabel pada mesin EKG
2. Nyalakan mesin EKG
3. Baringkan pasien dengan tenang di tempat tidur yang luas. Tangan dan kaki tidak saling bersentuhan
4. Bersihkan dada, kedua pergelangan kaki dan tangan dengan kapas alcohol (kalau perlu dada dan pergelangan kaki dicukur)
5. Keempat electrode ektremitas diberi jelly.
6.
Pasang keempat elektrode ektremitas tersebut pada kedua pergelangan
tangan dan kaki. Untuk tangan kanan biasanya berwarna merah, tangan kiri
berwarna kuning, kaki kiri berwarna hijau dan kaki kanan berwarna
hitam.
7. Dada diberi jelly sesuai dengan lokasi elektrode V1 s/d V6.
- V1 di garis parasternal kanan sejajar dengan ICS 4 berwarna merah
- V2 di garis parasternal kiri sejajar dengan ICS 4 berwarna kuning
-V3 di antara V2 dan V4, berwarna hijau
- V4 di garis mid klavikula kiri sejajar ICS 5, berwarna coklat
- V5 di garis aksila anterior kiri sejajar ICS 5, berwarna hitam
- V6 di garis mid aksila kiri sejajar ICS 5, berwarna ungu
1. Pasang elektrode dada dengan menekan karet penghisap.
2. Buat kalibrasi
3. Rekam setiap lead 3-4 beat (gelombang), kalau perlu lead II panjang (minimal 6 beat)
4. Kalau perlu buat kalibrasi setelah selesai perekaman
5. Semua electrode dilepas
6. Jelly dibersihkan dari tubuh pasien
7. Beritahu pasien bahwa perekaman sudah selesai
8. Matikan mesin EKG
9.
Tulis pada hasil perekaman : nama, umur, jenis kelamin, jam, tanggal,
bulan dan tahun pembuatan, nama masing-masing lead serta nama orang yang
merekam
10.Bersihkan dan rapikan alat
Perhatian :
- Sebelum bekerja periksa kecepatan mesin 25 mm/detik dan voltase 10 mm. Jika kertas tidak cukup kaliberasi voltase diperkecil menjadi ½ kali atau 5 mm. Jika gambaran EKG kecil, kaliberasi voltase diperbesar menjadi 2 kali atau 20 mm.
- Hindari gangguan listrik dan mekanik saat perekaman
- Saat merekam, operator harus menghadap pasien
- Lead EKGTerdapat 2 jenis lead :
A. Lead bipolar : merekam perbedaan potensial dari 2 elektrode
- Lead I : merekam beda potensial antara tangan kanan (RA) dengan tangan kiri (LA) yang mana tangan kanan bermuatan (-) dan tangan kiri bermuatan (+)
- Lead II : merekam beda potensial antara tangan kanan (RA) dengan kaki kiri (LF) yang mana tangan kanan bermuatan (-) dan kaki kiri bermuatan (+)
- Lead III : merekam beda potensial antara tangan kiri (LA) dengan kaki kiri (LF) yang mana tangan kiri bermuatan (-) dan kaki kiri bermuatan (+)
B. Lead unipolar : merekam beda potensial lebih dari 2 elektode
- Lead aVR : merekam beda potensial pada tangan kanan (RA) dengan tangan kiri dan kaki kiri yang mana tangan kanan bermuatan (+)
- Lead aVL : merekam beda potensial pada tangan kiri (LA) dengan tangan kanan dan kaki kiri yang mana tangan kiri bermuatan (+)
- Lead aVF : merekam beda potensial pada kaki kiri (LF) dengan tangan kanan dan tangan kiri yang mana kaki kiri bermuatan (+)Lead unipolar prekordial : merekam beda potensial lead di dada dengan ketiga lead ekstremitas. Yaitu V1 s/d V6Kertas EKGKertas EKG merupakan kertas grafik yang terdiri dari garis horisontal dan vertikal berbentuk bujur sangkar dengan jarak 1 mm. Garis yang lebih tebal (kotak besar) terdapat pada setiap 5 mm. Garis horizontal menggambarkan waktu (detik) yang mana 1 mm (1 kotak kecil) = 0,04 detik, 5 mm (1 kotak besar) = 0,20 detik. Garis vertical menggambarkan voltase yang mana 1 mm (1 kotak kecil) = 0,1 mV.Kurva EKG
Dibagi 2 : lead unipolar ekstremitas dan lead unipolar prekordial
Lead unipolar ekstremitas
Kurva EKG menggambarkan proses listrik yang terjadi di atrium dan ventrikel. Proses listrik terdiri dari :
- Depolarisasi atrium (tampak dari gelombang P)
- Repolarisasi atrium (tidak tampak di EKG karena bersamaan dengan depolarisasi ventrikel)
- Depolarisasi ventrikel (tampak dari kompleks QRS)
- Repolarisasi ventrikel (tampak dari segmen ST)
Kurva EKG normal terdiri dari gelombang P,Q,R,S dan T kadang-kadang tampak gelombang U.
EKG 12 Lead
Lead I, aVL, V5, V6 menunjukkan bagian lateral jantungLead II, III, aVF menunjukkan bagian inferior jantung
Lead V1 s/d V4 menunjukkan bagian anterior jantung
Lead aVR hanya sebagai petunjuk apakah pemasangan EKG sudah benar
Aksis jantung
Sumbu
listrik jantung atau aksis jantung dapat diketahui dari bidang frontal
dan horisontal. Bidang frontal diketahui dengan melihat lead I dan aVF
sedangkan bidang horisontal dengan melihat lead-lead prekordial terutama
V3 dan V4. Normal aksis jantung frontal berkisar -30 s/d +110
derajat.Deviasi aksis ke kiri antara -30 s/d -90 derajat, deviasi ke
kanan antara +110 s/d -180 derajat.
Sekilas mengenai EKG Normal
Gelombang P
Nilai normal :
Lebar ≤ 0,12 detik
Tinggi ≤ 0,3 mV
Selalu (+) di lead II
Selau (-) di lead aVR
Interval PR
Diukur dari permulaan gelombang P sampai permulaan gelombang QRS. Nilai normal berkisar 0,12-0,20 detik.
Gelombang QRS (kompleks QRS)
Nilai normal : lebar 0,04 - 0,12 detik, tinggi tergantung lead.
Gelombang Q : defleksi negatif pertama gelombang QRS
Nilai normal : lebar < 0,04 detik, dalam < 1/3 gelombang R. Jika dalamnya > 1/3 tinggi gelombang R berarti Q patologis.
Gelombang
R adalah defleksi positif pertama pada gelombang QRS. Umumnya di Lead
aVR, V1 dan V2, gelombang S terlihat lebih dalam, dilead V4, V5 dan V6
makin menghilang atau berkurang dalamnya.
Gelombang T
Merupakan gambaran proses repolirisasi Ventrikel. Umumnya gelombang T positif, di hampir semua lead kecuali di aVR
Gelombang U
Adalah
defleksi positif setelah gelombang T dan sebelum gelombang P
berikutnya. Penyebabnya timbulnya gelombang U masih belum diketahui,
namun diduga timbul akibat repolarisasi lambat sistem konduksi
Interventrikuler.
Interval PR
Interval
PR diukur dari permulaan gelombang P sampai permulaan gelombang QRS.
Nilai normal berkisar antara 0,12 – 0,20 detik ini merupakan waktu yang
dibutuhkan untuk depolarisasi Atrium dan jalannya implus melalui berkas
His sampai permulaan depolarisasi Ventrikuler
Segmen ST
Segmen
ST diukur dari akhir gelombang QRS sampai permulaan gelombang T. segmen
ini normalnya isoelektris, tetapi pada lead prekkordial dapat
berpariasi dari – 0,5 sampai +2mm. segmen ST yang naik diatas garis
isoelektris disebut ST eleveasi dan yang turun dibawah garis isoelektris
disebut ST depresi
Cara menilai EKG
- Tentukan apakah gambaran EKG layak dibaca atau tidak
- Tentukan irama jantung ( “Rhytm”)
- Tentukan frekwensi (“Heart rate”)
- Tentukan sumbu jantung (“Axis”)
- Tentukan ada tidaknya tanda tanda hipertrofi (atrium / ventrikel)
- Tentukan ada tidaknya tanda tanda kelainan miokard (iskemia/injuri/infark)
- Tentukan ada tidaknya tanda tanda gangguan lain (efek obat obatan, gangguan keseimbangan elektrolit, gangguan fungsi pacu jantung pada pasien yang terpasang pacu jantung)
1. MENENTUKAN FREKWENSI JANTUNG
Cara menentukan frekwensi melalui gambaran EKG dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu :
a. 300 dibagi jumlah kotak besar antara R – R’
b. 1500 dibagi jumlah kotak kecil antara R – R’
c.
Ambil EKG strip sepanjang 6 detik, hitung jumlah gelombang QRS dalam 6
detik tsb kemudian dikalikan 10 atau ambil dalam 12 detik, kalikan 5
2. MENENTUKAN IRAMA JANTUNG
Dalam menentukan irama jantung urutan yang harus ditentukan adalah sebagai berikut
- Tentukan apakah denyut jantung berirama teratur atau tidak
- Tentukan berapa frekwensi jantung (HR)
- Tentukan gelombang P ada/tidak dan normal/tidak
- Tentukan interval PR normal atau tidak
- Tentukan gelombang QRS normal atau tidak
Irama EKG yang normal implus (sumber listrik) berasal dari Nodus SA, maka irmanya disebut dengan Irama Sinus (“Sinus Rhytem”)
Kriteria Irama Sinus adalah :
- Iramanya teratur
- frekwensi jantung (HR) 60 – 100 x/menit
-Gelombang P normal, setiap gelombang P selalu diikuti gel QRS, T
- Gelombang QRS normal (0,06 – <0,12 detik)
- PR interval normal (0,12-0,20 detik)
Irama yang tidak mempunyai criteria tersebut di atas kemungkinan suatu kelainan
Tulisan yang Berhubungan
Elektrokardiografi %28EKG%29
Label:
Elektrokardiografi (EKG)
Langganan:
Postingan (Atom)





